
seribu tiga ratus sekian.. itu jumlah teman yang ada di friendlist facebook-ku. terlalu banyak? atau cukup? atau bahkan malah masih kurang?
hmm, bukan itu yang terpikir...
selama ini aku menganggap "bukalah pergaulan seluas mungkin, akan banyak hal tak terduga di luar sana". dan itulah yang kuterapkan di friendster-ku (yang entah apa email dan password-nya, lupa^^) dulu. alhamdulillah, tanpa perlu menginvite orang2 tak dikenal, cukup bnyak juga yang membuka pintu silaturahmi nya k aku. mulai dari teman SD-SMP-SMA, tetangga, temannya teman, tetangganya teman, temannya tetangga, saudara jauh dekat, temannya saudara, saudara-nya teman, sesama pecinta westlife , para milanisti, panser biru atau SNEX, sampai beberapa orang yang bahkan menengok profilenya saja aku ngga pernah.
mereka, dengan semua hal unik tentang diri mereka. i love to analize it^^ . bahasa-bahasa antah berantah dengan ejaan yang sulit diterima dengan akal sehat bergulir terus menerus melalui testi2 yang ada di friendsterku. aku senang berteman dengan mereka. aku senang berkenalan dengan dunia yang selama ini sulit aku jangkau dengan realita. which is, dunia maya, yang bisa aku masuki kapan saja aku mau, hanya bermodalkan duit ke warnet (jaman segitu belum musim modem2an rumah kali ya^^") dan kelincahan jari jemari untuk mengetik. aku suka Milan, PSIS. tapi aku ngga sempat dan bnyk ragu2 untuk ikut fansclub2an macam milanisti semarang, milanisti indonesia, panser biru, snex atau apapun itu. aku lebih nyaman berinteraksi dengan mereka lewat comment2 di detiksport.com, menonton pertandingan mereka di televisi, menyimak score pertandingan di livescore.com kalo ga sempet nonton, dan ngobrol ngobrol dengan orang-orang ber-minat sama di friendster.
itu jaman dulu.
sampai akhirnya boominglah facebook.
awal-awal, aku perlakukan facebook-ku sama dengan friendster.tanpa embel-embel atau aturan lebih. aku ga sungkan atau ragu untuk mengapprove siapapun mereka, baik yang kenal, setengah kenal, maupun ga kenal sama sekali. apa salahnya ngapprove, toh mereka ga mengganggu aku? aku justru senang setiap kali buka 'home'. ketawa2 ga jelas liat berbagai macam tingkah teman-teman facebookku lewat status mereka. mereka yang puitis, mereka yang sensitif dan statusnya sedih2, mereka yang sengaja alay ataupun ga sadar kalo dianggap alay, mereka yang setiap update status isinya ngeluh melulu, mereka yang statusnya selalu ada tambahan jurus2 marketing buat promosi ini itu, mereka yang selalu cantumin ayat Al-Quran ataupun Al- Hadist, mereka yang selalu pamer, mereka yang copi paste lagu, mereka yang statusnya selalu tentang topik yang sama (kaya kehabisan ide), mereka yang statusnya sok dan di-lebay2-in demi dicomment banyak orang, mereka yang selalu mengumpat, mereka yang bijaksana dan suka bagi2 ilmu...wuaah, banyak sekali karakter teman-teman fbku. and its fun! ga sampe mengganggu kegiatan fb-fb anku..
sampe suatu hari aku mulai berpikir untuk meng-eksklusif-kan fbku. kayanya keren kalo friendlistnya bener2 orang yang aku kenal. private dan aman. ga lemot pula. dan ga membuang waktuku untuk bales2in wall ga penting kaya "thx for approve, sp disana, anak mana, lets be pren" Oh God, its annoying. males aja gitu lama2 kalo harus balesin pertanyaan2 mubazir kaya gitu. kan ada 'info' tuh di profileku. pertanyaan2 kaya "anak mana, kul dimana, kul apa gawe" mestinya bisa mereka cari tau sendiri..
dan sim salabim, dengan semangat untuk mengeksklusifkan FBku, akupun mulai tidak merespon mereka2 orang orang tak dikenal yang invite aku. akupun men-delete sekitar 400an orang dr friendlistku. fbku bersih dari mereka yang ga penting, mereka yang 'ada ataupun ga ada' ga akan ngaruh sm kehidupanku.
well, akhirnya temenku jadi 700-an orang... (dispensasi bagi mereka yang terlanjur udah sering berinteraksi lewat FB walau awalnya ga kenal sm skali)
pelan-pelan tapi pasti. friend request dan segala macam grup invitation serta kuis2 dan game2 ala fb yang numpuk di home-ku ga pernah aku urusin. sampe akhirnya tiap udah banyak dan mengganggu penglihatan, mulai aku ignore all (hehe, maaf buat temen2 yang kirim2 mavia wars dan wars2an lainnya^^"). itu berlangsung beberapa kali, dan terakhir aku ingat, aku bahkan pernah mengingnore sekitar 400-an friend request sekaligus (serius). kalo dr dulu2 friend request itu ga aku apus2 dan aku ga pernah delete2in friendlistku, mungkin sekarang friendlistku udah 3000an org lebih (menurutku itu udah banyak bgt, walaupun belum apa2 dibanding artis2, hehe)...
beberapa hari yang lalu sebelum lebaran. aku yang emang jarang buka inbox fb, iseng2 bukain message2 yang sampe beratus2 jumlahnya. aku mau delete2in yang nyampah dan nypam (spam2an ga penting itu..). dan aku kaget ternyata banyak banget message yang isinya "kok sombong sih, friend requestku dicuekin", "mbak, dlm islam kan menjalin silaturahmi sgt dianjurkan. kok friend request saya bla bla bla". yaa, intinya seperti itu. memprotes tindakan ku nyuekin friendrequest mereka. (dan bener aja, setelah aku cek, tnyata ada 370an friend request yang belum aku apa2in belum sempet di ignore). aku kesel sama message2 berbau protes seperti itu. mereka menempatkan aku di kursi tertuduh seolah2 aku adalah orang sombong sok eksklusif yang menutup dan memutus tali silaturahmi. dan akhirnya dengan sedikit rasa jengkel dan bnyak rasa gondok, akupun mengaprove friend request2 itu. 300an itu.
yaa, whateverlah. tujuanku dalam berfacebook mungkin bergeser. bukan untuk eklusif2an lagi. aku buka pintu silaturahmi untuk siapa aja. siapa tahu justru bisa 'membantu' aku nantinya, entah untuk apa itu.. no hard feeling, aku senang bisa punya banyak teman^^
"INVITE-LAH MEREKA YANG KAMU KENAL ATAU INGIN KAMU KENAL, DAN APPROVE-LAH MEREKA YANG KAMU KENAL ATAU INGIN KAMU KENAL". itu aja pesanku. ngga masalah, siapapun mereka, kalo emang pingin kamu approve ya approve aja. kalo emang ga pngin ya ga usah. tapi toh ga ada salahnya kita memberi kesempatan selebar2nya, siapapun mereka, untuk bisa mengenal kita. untuk menjalin tali silaturahmi dengan sebaik2nya^^
24.9.09
friendlist, friend request dan facebook
Posted by heyratna at 8:04:00 PM
Labels: celoteh-ku, teman-ku
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment