BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS »
Showing posts with label puisi-ku. Show all posts
Showing posts with label puisi-ku. Show all posts

17.10.09

mencari??

setiap hari kita mencari. 

sesuatu yang menyempurnakan kita.

sesuatu yang melengkapi hidup kita.

ya, kita terus mencari karena kita menyadari bahwa kita jauh dari sebuah kesempurnaan.

sedangkan ingin hati untuk tampak lebih dan lebih setiap harinya.

semua orang melakukan hal yang sama.

mencari.

semua orang memiliki hal yang sama.

ketidaksempurnaan.

ingatkah kita? setiap kita mencari, hal apa yang selalu kita harapkan untuk kita temukan?

kesempurnaan-kah?

kita mencari dan terus mencari.

meninggalkan yang tidak sempurna untuk mencari yang lebih dan lebih

dan lebih...

padahal kita menyadari dan meyakini akan sebuah ketidaksempurnaan.

sebuah keegoisan meleburkan rasa.

keinginan untuk sempurna sebaiknya tidak memperdaya.

kita banyak di antara banyak

kita sejuta di antara sejuta.

kita tidak sempurna di antara tidak sempurna.

kita retak di antara yang retak.

ketidaksempurnaan itu,

ia tidak membutuhkan kesempurnaan,

ia butuh kelengkapan.

seperti gelas yang pecah,

bukan gelas baru yang membuatnya tampak sempurna.

ia hanya membutuhkan pecahannya, untuk menambal apa yang tampak tak sempurna

7.9.09

buta

mencintai kamu sejak awal tahun lalu bagiku bukan sebuah kesalahan atau kecelakaan

aku cukup tahu diri dengan konsekuensi tentang makna memiliki dan dimiliki

tentang sebuah konsep mengharapkan dan mengikhlaskan

tentang pertaruhan harga dan citra diri 

tentang hujatan dan ancaman 

tentang dua, tiga dan empat hati

sebuah elegi yang mengajarkan makna takdir yang sesungguhnya

persis seperti apa yang terjanjikan namun tak disadari, karena manusia terlalu sibuk membangun cita-cita tanpa menyandarkannya pada kekuatan yang tak mungkin terbantahkan

mencintaimu

melelahkan, namun aku sanggup berdiri

mencintaimu

api ku belum padam hingga jingga 

berkobar

4.9.09

patah

semua berawal dari kelebihan percaya diri dan sumpah serapahsemua berawal dari kelebihan percaya diri dan sumpah serapah
kepalamu mendongak, badanmu tegap
kamu tahu kamu takkan salah langkah
track-nya lurus, dan kamu adalah manusia terukur yang teratur
kamu takkan berbelok
yakin itu !
.
Tuhan punya caraNya sendiri
menguji kekuatan atas apa yang terucap dengan pongah
segalanya berlawanan dengan logika dan matematika
ya, itulah sebuah romansa
itulah sebuah diorama
apa kamu punya cukup kekuatan untuk berkilah?
kekuatan itu sudah habis di depan, ketika kamu meyakinkan dirimu akan sesuatu yang kamu tak pernah tahu
apa kamu pejamkan matamu lalu berharap sebuah keajaiban akan perputaran waktu ke belakang?
malu
malu
malu
malu tidak malu, kamu tahu bahwa kamu sekarang tidak ada di track itu
entah berbelok untuk kesemuan macam apa, kamu tak dapat jelaskan kan?
.
jangan pernah berusaha menjawab hanya untuk membela diri,
akuilah kamu salah!
karena kini sumpahmu terpatahkan!


3.9.09

aku

Aku tau aku bkn Kartini. Aku punya cara yg berbeda untuk memperjuangkan apa yang aku punya. Aku punya hati dan perasaan yang mengantarkanku pada sebuah kasih sayang. Lembutku bukan berarti tak berdaya. Karena aku yakin kerasnya hati akan takluk pd kelembutan. Tubuh mungilku bukan berarti lemah. Karena aku tahu toh aku bs berdiri dan berlari sampai detik ini.
Aku perempuan yg membesarkan hati. Menguatkan diri lewat diam. Memahami sakit hati lewat senyuman. Meniti mimpi lewat keikhlasan dan keteguhan hati. Aku perempuan, feminin dan menang.

1.9.09

cinta yang kemarin



aku tidak pernah menyangka cinta bisa cepat datang dan cepat pergi seperti yang kemarin
ia menancap dengan cepat melesat dan kuat, hingga sesak di dada dan tak kuasa menghindar
tapi kemudian ketika mata telah lebar terbuka semua seolah hanya ilusi
di mana ia ada?
yang kemarin menekuk lututku hingga tersungkur lalu jatuh
yang kemarin mempercepat sekaligus memperlambat detak nadiku
yang kemarin aku seperti tak bermata bertelinga berhidung berlidah berkulit
ya, nyawa ini hanya terselip dalam urat yang menggeliati tulang belulang
ah, aku sungguh malang dan tampak mengerikan!
di mana ia ada?
yang kemarin itu, di mana?
coba lihat apa yang kita punya untuk cinta yang kemarin
apa?
harga untuk semua yang telah terlewati tampak sangat murah
membaur dengan debu debu di pojok kamar
ah, mungkin yang kemarin itu kelewat biasa
istimewa di saat itu saja
aku baru tahu
bahwa aku seperti menyerah dan takluk pada apa yang tiada